Kemarin ada yang bertanya, “vi, kamu tau gak sih arti Love itu apa? Kalau kamu tau cinta itu apa, pasti kamu ngak akan begini selamanya…” Wow, rada shock juga mendengarkan kata-kata yang rada menyindir ini. Tapi aku cuma tersenyum saja, tidak kurang, tidak lebih, hanya sebuah senyum lepas tanpa dibuat-buat. Tidak ada ucap-kata yang keluar dari mulut yang membisu ini.
Sepulang ke rumah, rasanya ingin menjawab, tapi kenapa tidak jawab saja dari tadi siang? Karena aku lebih suka menjawab melalui ketikan sepuluh jemari ini di sebuah papan ketik. Aku lebih suka bercerita banyak melalui tulisan ketimbang kata-kata. Kata-kata mungkin ibarat angin yang bertiup dan berlalu begitu saja. Tulisan, tentu saja akan selalu terpatri pada medianya. Jika ada yang berjodoh, orang tersebut akan membaca, dan membesitkan suatu kenangan dalam ingatannya. Terus terang, aku suka tulisan karena tidak akan pernah habis menjangkau khalayak ramai.
Kembali lagi pada pertanyaan yang belum terjawab. Well, aku akan jawab apa itu cinta dalam point-point berikut ini:
1 ) Ketika seorang teman menyuruh kita menuliskan sebuah puisi cinta pada seorang wanita/pria yang dia sukai, meminta kita mencurahkan perasaan dalam kata-kata indah yang memikat hati, ironisnya, wanita itu juga wanita yang menjadi pujaan hati kita, dan kita menumpahkan seluruh perasaan kita pada tulisan tersebut dan diklaim oleh teman kita sebagai karyanya untuk diberikan pada wanita/pria yang dia sukai, tapi kita tidak marah, tidak sedih, hanya senang melihat wanita itu bahagia dengan pria/wanita lain yang juga sahabat kita, dan sebagai pribadi, ikut mendoakan kebahagiaan mereka,… itulah cinta.
2 ) Ketika kita tahu seorang wanita/pria telah berpasangan, telah menjadi milik orang lain. Padahal, kita sangat menyukai wanita/pria tersebut, tapi berusaha memendam perasaan itu begitu dalam hingga seakan terlupakan, agar hubungan wanita/pria itu dengan istri/suaminya tidak tercerai-berai,… itulah cinta.
3 ) Ketika kita mengenal seorang wanita/pria yang kita sukai, tapi kita tidak berusaha untuk memilikinya dalam arti berusaha memiliki fisik si wanita/pria, tapi kita lebih cenderung memenuhi dirinya dalam canda dan tawa, hingga saat-saat sedih sang wanita/pria hilang, hanya senyum manis yang ada di wajahnya yang tersisa,… itulah cinta.
4 ) Ketika ada pria/wanita lain yang mengejar wanita/pria kita sukai, dan kita menyadari kita tidak mampu memberikan apa yang lebih bagi wanita/pria yang kita sukai, dan memang sang wanita/pria menuntut banyak hal yang tidak mampu kita berikan, dan kita merelakannya pada pria lain yang lebih baik dari berbagai hal bila diperbandingkan dalam diri kita, … itulah cinta.
5 ) Ketika kita menjadi dungu dan lupa akan siapa diri kita, hingga lebih banyak waktu tercurahkan untuk si dia,… itulah cinta.
6 ) Ketika kita menunda tahap berpacaran, karena khawatir kita belum mapan sehingga belum bisa membahagiakan sang wanita/pria pujaan, hingga ia jatuh ke pelukan pria/wanita lain yang mapan, dan kita hanya berharap semoga ikatan mereka langgeng dan bahagia selamanya, … itulah cinta.
7 ) Tak mengejar apa yang telah dimiliki orang lain dan berusaha memisahkan yang telah ada, dan hanya mengejar cangkir yang belum terisi oleh air apapun, … itulah cinta.
8 ) Berharap memberikan lebih banyak dari orang yang kita sukai dan menerima lebih sedikit dari apa yang telah kita berikan, … itulah cinta.
Demikianlah hal yang ingin kujawab, tapi sengaja aku tidak menjawab di depan teman aku, karena bila aku lakukan, ini hanya akan menjadi bahan tertawaan.
Kendati demikian, cinta hanya bisa diberikan pada individu yang pantas menerimanya, menghargainya, tidak hanya sekedar mengumbar kesenangan sentuhan fisik maupun batin sesaat, sebagai bahan pengisi kekosongan saja. Karena cinta itu bisa timbul di mana saja, bahkan oleh dua individu yang terpisah oleh lautan, yang tidak pernah saling bertatap muka, hanya saling mengetahui dari proses tukar-menukar foto, sms handphone dan chatting.
Sang wanita/pria telah berjanji pada pria/wanita yang tidak pernah ia temui sebelumnya. Mereka hanya melihat pasangan mereka dari foto saja sambil membayangkan dari kejauhan yang terpisah ribuan kilometer oleh laut yang begitu luas. Akankah suatu hubungan terjalin? Hanya waktu yang dapat bercerita, sungguh aneh di jaman begitu modern ini long-distance love bisa tumbuh di antara dua individu yang masih berstatus single dan belum berpacaran sama sekali, padahal paras mereka berdua begitu rupawan. Tapi memang dunia ini penuh dengan keunikan yang beragam, karna hanya inilah yang dapat membuat wajah dunia ini lebih berwarna dan merona tiap insan yang hidup di dalamnya.
Senin, 14 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
gimana blog ini menurut loe ?!
Mengenai Saya
- SEVEN "A" CLASS
- 7 - A di Shaghazoe (SMP 137) adalah kelas paling best lah !!! keren, anaknya gokil gokil, dan pinter" pastinyoo....


Tidak ada komentar:
Posting Komentar